Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

FMIPA didirikan jauh sebelum diresmikannya Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 2 Maret 1959, yaitu pada tanggal 6 Oktober 1947 di kota Bandung sebagai Faculteit van Exacte Wetenschap, yang kemudian menjadi Faculteit van Wiskunde en Natuur Wetenschap, selanjutnya menjadi Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA), dan sekarang menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Selengkapnya…….

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) semula adalah bagian dari Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM). Ide pemekaran FIKTM muncul karena spektrum ilmu kebumian yang lebar dan memunculkan dikotomi sains (science) dan teknik (engineering). Keadaan ini mengakibatkan adanya perbedaan antar bidang ilmu yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya khususnya dalam menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi di FIKTM. Bidang-bidang ilmu kebumian seperti geologi, geofisika, meteorologi dan osenografi mepelajari bumi untuk dapat memehami fenomena-fenomena yang tentunya bermanfaat untuk berbagai hal yang menyangkut kehidupan manusia termasuk memberi gambaran tentang sumberdaya yang terkandung di dalam bumi tersebut. Bidang-bidang ini memiliki kandungan sains yang besar namun tidak lepas dari kandungan terapannya.

Sementara bidang yang mengkaji sumberdaya yang terkandung di dalam bumi, selain membutuhkan pengetahuan dasar ilmu kebumian, juga perlu di lengkapi dengan berbagai cara dan metoda terapan untuk menkuantifikasi potensi dan cadangan, mengusahakan (eksploitasi), mengolah, dan mengelola (manajemen) sumberdaya bumi agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Bidang-bidang terapan yang memiliki kandungan engineering yang lebih besar mencakup bidang pertambangan dan perminyakan.

Berdasarkan pertimbangan diatas, maka FIKTM dimekarkan menjadi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) dan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM). Tujuan dari pembentukan kedua Unit Keilmuan Serumpun (UKS) adalah mengembangkan institusi keilmuan yang lebih fokus dalam rangka mencapai visi menjadi institusi bertaraf internasional. Organisasi yang lebih ramping tentunya memiliki kendali manajemen yang lebih baik sehingga diharapkan lebih lincah dan sigap dalam memmilih langkah untuk mencapai visi tersebut. Dengan lebih fokusnya masing-masing UKS terutama maka diharapkan peran dari UKS, termasuk KK dan program studi di dalamnya, lebih meningkat, baik secara internal maupun secara eksternal untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa dan negara RI.

Selengkapnya…………

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB didirikan pada tanggal 29 Agustus 2005, berdasarkan SK Rektor ITB No. 222/2005 yang bertujuan melakukan reorganisasi unit-unit akademik ITB dengan menambahkan jumlah Fakultas / Sekolah dari 7 (tujuh) menjadi 11 (sebelas). Namun unsur-unsur pembentuk SAPPK bukanlah hal yang baru, karena seluruh program akademik dan sumber dayanya berasal dari dua departemen yang semula bernaung di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (yaitu: Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota) dan dua program studi yang semula bernaung di bawah Fakultas Teknik Industri (yaitu: Studi Pembangunan dan Transportasi ).

SAPPK ITB mulai aktif beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2006 sebagai unit implementasi akademik yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. SAPPK memiliki 10 (sepuluh) program studi mulai dari strata pendidikan sarjana sampai dengan doktor, 8 (delapan) kelompok keahlian, 82 (delapan puluh dua) staf akademik, dan 44 (empat puluh empat) staf non akademik, dan 1420 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana (kondisi 31 Desember 2008).

Seperti telah digariskan dalam AD/ART ITB BHMN, SAPPK ITB mengemban amanat untuk membina dan mengembangkan pengetahuan ilmiah, budaya dan komunitas akademik yang kondusif, serta jejaring dan inisiatif kerjasama internasional.

Selengkapnya…….

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika(STEI)

School of Electrical Engineering & Informatics ( SEEI ) ITB was officially established on January 1st 2006, is a merger of two regarded departments in ITB, i.e. Electrical Engineering and Informatics Department. These two departments have a long history in establishing higher education in Indonesia in the field of Electrical Engineering since 1947, and Informatics since 1982.

STEI ITB has been instituting bachelor of engineering program on Electrical Engineering and Informatics (Sarjana Teknik S1), Sarjana in Electrical Engineering and Sarjana in Informatics, each of which is to be conducted within 8 semesters consisting of 144 semester credits. Moreover, STEI ITB also institutes Master Program (S2) and Doctorate Program (S3).

Selengkapnya…….

 

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)

Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) memiliki enam program pendidikan:

Program Sarjana Manajemen, Program Magister Administrasi Bisnis, Program Magister Administrasi Bisnis Eksekutif Jakarta, Program Magister Administrasi Bisnis dalam Perbankan Syariah dan Keuangan Jakarta, Program Magister Sains Manajemen, dan Program Doktor Sains Manajemen.

Kami juga memiliki unit-unit bisnis seperti Pusat Inovasi, Kewirausahaan, dan Kepemimpinan (CIEL), Konsultasi dan Pembelajaran Berkelanjutan (CCE), serta Indonesia Business Case Center (IBCC).

Selengkapnya………..

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, yang didirikan pada tahun 2006, melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di dalam bidang teknik sipil, teknik kelautan, dan teknik lingkungan. Fokus utama kegiatan-kegiatan ini adalah pengembangan infrastruktur dan lingkungan binaan yang berkelanjutan (sustainable) yang merupakan persyaratan dasar untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik. FTSL memiliki lima  program studi yang melaksanakan pendidikan di dalam tingkat sarjana (S1) dan pasca sarjana (S2 dan S3) dan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi melalui program perkuliahan yang bersifat state of the art serta mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat di dalam bidang-bidang tersebut di atas. Penelitian dan pengabdian masyarakat pada garis depan dilaksanakan oleh staf akademik FTSL di dalam 9 Kelompok Keahlian/Keilmuan

Selengkapnya………

 

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

Fakultas Teknologi Industri,  Institut Teknologi Bandung (FTI  ITB) diresmikan pada tahun 1973. Namun sebagian kegiatan akademik di departemen yang berada di bawah naungan FTI ITB telah dilaksanakan sebelumnya. Hingga Desember 2005, departemen yang berada di bawah naungan FTI ITB adalah Departemen Teknik Kimia,  Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Teknik Penerbangan.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor ITB No. 222/SK/K01/OT/2005 tentang Pengelolaan Satuan Akademik di lingkungan Institut Teknologi Bandung, fungsi dan peranan administrasi yang semula berada di departemen dialihkan ke fakultas dan istilah departemen diubah menjadi program studi. Berdasarkan SK Rektor tersebut pula, per 1 Januari 2006  didirikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) yang menaungi Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Informatika.

Selanjutnya, per 1 Januari 2008 berdasarkan SK Rektor  No. 245/SK/K01/OT/2007 didirikan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) yang menaungi Program Studi Teknik Mesin, Teknik Material, dan Teknik Penerbangan.

Sejak 1 Januari 2008, program studi yang berada dibawah tanggung jawab FTI ITB adalah 3 (tiga) Program Studi Sarjana yaitu Teknik Kimia, Teknik Fisika, dan Teknik Industri;  4 (empat) Program Studi Magister yaitu Teknik Kimia, Teknik Fisika, Instrumentasi dan Kontrol, Teknik dan Manajemen Industri ; dan 3 (tiga) Program Studi Doktor yaitu Teknik Kimia, Teknik Fisika,  Teknik dan Manajemen Industri.

Selengkapnya………

 

Sekolah Pasca Sarjana (SPS)

Sekolah Pascasarjana ITB menyelenggarakan pendidikan pascasarjana dalam jenjang Magister dan Doktor.

Program pendidikan Magister ini bertujuan untuk meningkatkan taraf penguasaan ilmu dan kemampuan yang diperoleh peserta selama pendidikan Sarjana, agar lebih aktif dan mantap berperan, baik dalam pandangan ilmunya maupun dalam penerapannya. Untuk mencapai tujuan ini, walaupun terbuka untuk memilih salah satu bidang khusus tertentu, tetap dijaga penguasaan wawasan program secara menyeluruh, agar para lulusannya tetap dapat bergerak secara lincah di dalam lingkup pekerjaannya. Program pendidikan Magister yang diselenggarakan di ITB memiliki arah orientasi bersifat akademik/ilmiah, yang lebih ditekankan pada kemampuan ilmu secara lebih mendalam. Pendidikan Magister Profesional pada saat ini masih dijajaki oleh beberapa team dan/atau komisi dari berbagai disiplin ilmu.

Program Doktor bertujuan menghasilkan lulusan yang  mempunyai sikap akademik, mampu meneliti secara mandiri, dan mampu memberi sumbangan berarti kepada khasanah ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan teknik, atau ilmu seni rupa dan desain. Penelitian yang mengarah kepada gelar Doktor dapat dilakukan dalam Ilmu Pengetahuan Teknik, Ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam, Ilmu Seni Rupa dan Desain. Gelar Doktor diberikan setelah promovendus/promovenda menunjukkan penguasaan pengetahuan secara mendalam dalam cabang keilmuan tersebut di atas, menunjukkan kemampuan dan ketrampilan meneliti secara mandiri dalam satu atau lebih cabang yang tercakup ke dalam salah satu bidang tersebut di atas dan penelitian itu bersifat orisinil atau mengungkapkan suatu kebaharuan. Hasil penelitian itu menambah khasanah ilmu pengetahuan/ilmu teknik/ilmu seni rupa/desain yang telah ada atau mengungkapkan masalah baru yang menurut kaidah ilmu pengetahuan teknik/seni rupa dan desain, dapat dibuktikan dalam disertasi sehingga tidak meragukan.

Selengkapnya………

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) merupakan fakultas baru hasil pemekaran dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) sebagaimana ditetapkan dalam SK Rektor No. 245/SK/OT/2007 tanggal 10 September 2007. FTMD menyelenggarakan program pendidikan sarjana, magister dan doktor dalam bidang: 1) Teknik Mesin, 2) Teknik Penerbangan dan 3) Teknik Material.

Meskipun FTMD secara resmi baru berdiri pada tahun 2008, program studi yang diselenggarakan mempunyai sejarah yang panjang. Semuanya berawal dari dibentuknya program studi Teknik Mesin sebagai program yang terpisah pada Technische Hoogeschool (TH) Bandoeng pada tanggal 1 Agustus 1941. Dalam perjalanannya, kemudian program studi menjadi Departemen Teknik Mesin yang juga berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

Pada tahun 1962, program Teknik Penerbangan menjadi salah satu opsi di Departemen Teknik Mesin. Pertumbuhan industri dirgantara yang pesat pada kurun 1980-an menuntut perkembangan Teknik Penerbangan menjadi program studi terpisah, yang direalisasikan pada tahun 1991. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya menjadi Departemen Teknik Penerbangan pada tahun 1997.

Pada tahun 1971, kelompok bidang keahlian Produksi dan Metalurgi dibentuk di Departemen Teknik Mesin. Mulai tahun 1974, kelompok ini menawarkan opsi Produksi dan Metalurgi melalui berbagai kuliah pilihan yang ditawarkan. Kemudian, melalui program New-S1, pada tahun 1985 ITB mengirim staf muda untuk studi lanjut dalam rangka persiapan pembentukan program studi Teknik Material. Tahun 1993, program magister Ilmu dan Teknik Material mulai diselenggarakan, diikuti oleh program Sarjana Teknik Material pada tahun 1994. Meskipun secara administratif program teknik Material berada di Departemen Teknik Mesin, penyelenggaraannya melibatkan staf dosen dan fasilitas laboratorium dari berbagai Departemen.

Mulai Januari 2006, berdasarkan SK Rektor ITB No. 222/SK/K01/OT/2005 tentang Manajemen Satuan Akademik ITB, pengelolaan sumberdaya dan program dialihkan dari Departemen ke Fakultas/Sekolah. Dalam proses reorganisasi tersebut, program studi Teknik Mesin, Teknik Penerbangan dan Teknik Material kemudian dikelola oleh FTI. Dalam lanjutan proses reorganisasi, dibentuklah Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara mulai Januari 2008.

Selengkapnya……….

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

Pada abad ke-21 ini, keahlian dalam bidang ilmu-ilmu hayati (life sciences) akan memegang peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan kehayatan (biosains), bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya alam. Bahkan bioteknologi diperkirakan akan menjadi salah satu ilmu terapan (applied sciences) yang terpenting. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB yang didirikan pada Januari 2006, mengelola enam program studi pada tingkat S1, S2 dan S3 yang memberikan pendidikan multidisiplin untuk menghasilkan lulusan dalam ilmu dan teknologi hayati yang siap dan berani menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompetitif.

Lulusan SITH akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk bersaing dalam pasar kerja, dan memiliki kesempatan yang luas untuk berkarir dalam berbagai bidang di lembaga pemerintahan, swasta/industri, kewirausahaan dan yang lainnya. Staf akademik SITH (95% berkualifikasi doktor), dengan didukung fasilitas terkini, aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian yang didanai hibah kompetitif dari dalam dan luar negeri sejalan dengan agenda riset keempat kelompok keilmuan (KK) SITH, yaitu: (1) Ekologi dan Biosistematik, (2) Fisiologi, Biologi Perkembangan dan Biomedika, (3) Mikrobiologi, Genetika dan Biologi Molekuler, dan (4) Sains dan Bioteknologi Tumbuhan.

Selengkapnya……….

Sekolah Farmasi (SF)

ekolah Farmasi ITB didirikan pada 6 Oktober 1947, dengan nama Departemen Farmasi, di bawah fakultas yang bernama Faculteit voor Wiskunde and Natuurwetenschapen. Saat itu, fakultas ini merupakan bagian dari Univertitas Indonesia. Pada tanggal 1 Februari 1949, fakultas ini diubah menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Alam (FIPIA), namun tetap berada di bawah Universitas Indonesia. Struktur organisasi Departemen Farmasi sangat sederhana, hanya satu orang yang bertanggungjawab untuk mengatur departemen, namun sejak 1959, organisasi berkembang dan seorang sekretaris diangkat untuk membantu ketua departemen

Pada tahun 1953 untuk pertama kalinya, warga negara Indonesia, Prof. dr. Rd Mhd Djuhana Wiradikarta, menjadi dekan of FIPIA, salah satu staf akademik di Departemen Farmasi, sampai tahun 1959. Pada tanggal 2 Maret 1959, Fakultas Teknik dan FIPIA digabung menjadi sebuah institusi baru, yaitu Insitut Teknologi Bandung (ITB) dan Departemen Farmasi menjadi bagian dari Departemen Kimia dan Biologi sampai tahun 1961. Setelah perubahan organisasi pada tahun 1973, Departemen Farmasi menjadi bagian dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Selengkapnya……….

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD-ITB) diresmikan pada tahun 1984, setelah mengalami sejarah perkembangan yang panjang sejak 1 Agustus tahun 1947 sebagai Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik Universitas Indonesia di Bandung. Pada tahun 1956 bersama bagian arsitektur digabung menjadi Bagian Arsitektur dan Seni Rupa. Bagian Seni Rupa terbagi menjadi dua bidang studi yaitu Pendidikan Seni Rupa dan Seni Lukis.
Pada tahun 1959 Arsitektur dan Bagian Seni Rupa berubah nama menjadi Departemen Perencanaan dan Seni Rupa bersamaan dengan lahirnya Institut Teknologi Bandung. Bagian Seni Rupa terbagi menjadi Pendidikan Seni Rupa, Seni Lukis dan Seni Interior.
Dalam perkembangan berikutnya bidang studi pada bagian Seni Rupa bertambah lagi menjadi bidang studi Seni Keramik (tahun 1963), bidang studi Seni Grafis dan Seni Patung (tahun 1964). Seiring dengan dinamika yang terjadi di ITB pada tahun 1964 bidang studi Pendidikan Seni Rupa berganti nama menjadi  bidang studi Komunikasi Seni Rupa. Pada tahun 1965 bidang studi Seni Interior berubah menjadi bidang studi Arsitektur Interior.
Pada tahun 1973 bersama dengan Departemen Sipil, Arsitektur, Planologi, Teknik Penyehatan dan Geodesi dikelompokkan dalam Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Bagian Seni Rupa berubah nama menjadi Departemen Seni Rupa yang mencakup bidang studi Seni Lukis, Seni Keramik, Seni Patung, Seni Grafis, Desain Interior (perubahan dari Arsitektur Interior), Desain Produk Industri, Desain Grafis dan Desain Tekstil.

Selengkapnya………


Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

Secara runut dan ringkas, sejarah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) sejak berdiri hingga saat ini dapat dibagi dalam 5 (lima) perioda restrukturisasi, dimana tiap tahapan perioda restrukturisasi menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi untuk mengatasi masalah padamasanya. Adapun tahun-tahun penting selama 5 (lima) perioda restrukturisasi tersebut diatas dapat dilihat seperti berikut :

Tahap Persiapan (1948-1963)

1948 Bagian Tambang berdiri di bawah Fakultet Pengetahuan Teknik Universitas Indonesia
1950 Bagian Geologi berdiri di bawah Fakultet Ilmu Pasti dan Alam, Universitas Indonesia
1953 Dibuka program pendidika Tambang Umum dari Jurusan Eksplorasi dan Jurusan Tambang Umum
1962 Dibuka bagian Teknik Perminyakan pada Departemen Teknologi Mineral
1963 Dibukajalur pilihan Metalurgi di bagian Tambang pada Departemen Teknologi Mineral

School of Electrical Engineering & Informatics ( SEEI ) ITB was officially established on January 1st 2006, is a merger of two regarded departments in ITB, i.e. Electrical Engineering and Informatics Department. These two departments have a long history in establishing higher education in Indonesia in the field of Electrical Engineering since 1947, and Informatics since 1982.

STEI ITB has been instituting bachelor of engineering program on Electrical Engineering and Informatics (Sarjana Teknik S1), Sarjana in Electrical Engineering and Sarjana in Informatics, each of which is to be conducted within 8 semesters consisting of 144 semester credits. Moreover, STEI ITB also institutes Master Program (S2) and Doctorate Program (S3).